Jumat, 01 Maret 2013

hak dan kewajiban

Hak dan kewajiban
Oleh
Drs. C.S.T. Kansil, S.H. dkk.
1.    Arti Hak dan kewajiban
    Hak adalalh segala sesuatu yang wajar kita terima, sedangkan kewajiban adalah segala sesuatu yang harus kita kerjakan. Kalau hak itu tidak kita terima , kita berusaha sekuat tenaga supaya hak itu kita peroleh. Itu di sebut menuntut hak. Kewajiban harus kita laksanakan atau kita kerjakan. Kalau kita tidak melaksanakannya, kita tidak memenuhi kewajiban atau, dengan katalain , melalaikan kewajiban. Jika kita berbicara soal hak dan kewajiban, kita sebenarnya berbicara soal hubungan kita masing-masing dengan orang lain. Pihak lain itu, misalnya: ayah, ibu, adik, kakak, keluarga, sekolah lingkungan RT/RW, kampung, pemerintah daerah otonom, pemerintah pusat, negara dan bangsa. Dengan pihak-pihak itulah kita masing-masing memiliki hak dan kewajiban.  Hak dan kewajiban ini harus kita usahakan agar selalu seimbang. Bila kedua hal itu tidak seimbang, keadaannya akan menjadi tidak baik. Marilah kita renungkan dalam-dalam. Apakah yang harus kita terima dari pihak yang tertera diatas itu? Apa pula yang harus kita penuhi dan kerjakan terhadap pihak-pihak diatas? Sudahkah kita mendapatkan hak dan kewajiban itu?
    Suatu kebiasaan yang tidak baik ialah apabila kita terlalu menuntut hak kita, tetapi kurang setia kepada kewajiban yang harus kita lakukan. Misalnya, didalam pergaulan sehari-hari, kita menginginkan penghormatan dari orang lain. Kita ingin diperlakukan baik-baik oleh orang lain. Akan tetapi, kita lupa, bahkan lalai, bahwa kita pun harus menghormati dan memperlakukan orang lain sebaik-baiknya. Harus kita jaga bahwa keduanya harus sebanding dan seimbang. Dalam melaksanakan atau mewujudkan kehidupan yang serasi, lebih baik kalau kita bersama-sama melaksanakan kewajiban itu. Jika semua sudah melaksanakan kewajiban masing-masing, tentu hak kita akan terwujud. Misalnya, setiap orang melaksanakan kewajiban menghormati orang lain, dengan sendirinya kita masing-masing akan menerima hak kita, yaitu mendapatkan penghormatan. Dalam lingkungan yang demikian,kehidupan menjadi serasi, teratur, dan menyenangkan. Sebaliknya, jika kita masing-masing hanya menuntut hak penghormatan dari orang lain, keadaannya akan menjadi lain. Kehidupan akan berubah dan suasana menjadi tegang. Yang terjadi ialah tuntut-menuntut, lalu berubah menjadi tuduh-menuduh. Padahal orang itu tidak suka dituntut dan tidak senang dituduh. Jika kewajiban terlupakan, kehidupan menjadi tidak serasi, tidak tenang dan tidak tentram.
    Hak ini ada yang sifatnya perseorangan, ada pula yang sifatnya bersama. Yang sifatnya perseorang itu disebut hak pribadi atau hak individu dan yang disebut bersama adalah hak bersama.
    Dari bermacam-macam hak itu, ada hak yang dibawa bersama sejak kita lahir, yaitu hak yang diberikan kepada kita dari Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu disebut hak asasi. Hak asasi ini, misalnya, hak hidup merdeka atau hak hidup bebas. Di samping hak asasi, kita juga mempunyai kewajiban asasi, yaitu kewajiban yang diterima sejak kita lahir. Jika kita berhak memperoleh penghormatan dari orang lain, kita juga berkewajiban menghormati orang lain. Jika kita memperoleh hak hidup medeka, kita berkewajiban menjaga kemerdekaan itu agar kita jangan sampai mengganggu kemerdekaan orang lain.
    Dari contoh diatas jelas bahwa tidak ada hak tanpa kewajiban. Begitu pula tidak ada kemerdekaan yang tidak terbatas.
2.    Hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat
    Sudah menjadi kenyataan bahwa hidup kita ini tidak akan terlepas darihidup orang lain. Tiap-tiap pribadi terikat oleh pribadi lain. Kelompok-kelompok pribadi itu membentuk suatu kehidupan bersama dalam suatu lingkungan, yang disebut masyarakat. Kita masing-masing mempunyai lingkungan keluarga. Itulah masyarakat yang terkecil yang disebut masyarakat keluarga. Seterusnya kita menyadari bahwa diluar masyarakat keluarga kita mempunyai masyarakat, yang warganya mempunyai kepentingan bersama, misalnya masyarakat sekolah dan yang lebih luasnya lagi masyarakat umum.
    Didalam masyarakat itu kita masing-masing saling tergantung satu sama lain, masing-masing saling melayani. Disitu terjadi arus timbal balik di antara sesama warga masyarakat. Kelangsungan arus timbal-balik antara warga yang satu dan yang lain itulah yang menyebabkan kesatuan dan kerukunan, yang membawa hidup sejahtera. Hidup sejahtera itu dapat terwujud bila kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Kebutuhan itu akan terpenuhi apabila kita menjalankan tugas dan kewajiban kita sebaik-baiknya. Sebagai warga masyarakat, kita masing-masing mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukan dan kemampuan kita.
    Didalam masyarakat keluarga, kita mempunyai kedudukan yang disertai hak dan kewajiban. Ayah kewajiban nya sebagai pemimpin keluarga. Kewajibannya adalah mengatur keluarga, mencari nafkah untuk keluarga, mencarikan pakaian untuk keluarga, dan membuatkan rumah tempat berteduh bagi keluarganya. Ayah dalam kedudukannya yang demikian mempunyai hak, yaitu hak dibantu di dalam melaksanakan tugasnya serta hak diturut nasihat dan petunjuk-petunjuknya, sedangkan anak mempunyai kedudukan sebagai warga atau anggota keluarga, yang mempunyai hak dilindungi, hak diberi makan, hak disekolahkan, dan sebagainya. Akan tetapi, anak mempunyai kewajiban membantu orang tua dan kewajiban mengindahkan nasihat orang tua.
    Di dalam masyarakat umum kita mempunyai kedudukan yang membawa hak dan kewajiban kita masing-masing. Pemimpin RT atau RK/RW mempunyai hak dan kewajiban. Ia berkewajiban mengatur lingkungannya agar terjadi kihidupan yang baik. Ia berhak memperingatkan anggota lingkungannya yang berbuat kurang baik. Ia berhak, bahkan berkewajiban menghalang-halangi setiap perbuatan lingkungannya yang akan merusak kehidupan bersama. Pemimpin dalam lingkungan RT atau RK/RW berkewajiban menjaga hak dan kewajiban warga masyarakat agar tetap berjalan lancar. Sebaliknya, para anggota masyarakat karena kedudukannya sebagai anggota, mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya itu. Karena para anggota ini berhak atas kehidupan yang serasi, aman, teratur, dan sejahtera, maka para warga dan anggota masyarakat itu berkewajiban:
a.    Menjaga kerukunan hidup dengan tetangga atas dasar saling menghormati;
b.    Ikut menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan;
c.    Menaati peraturan yang berlaku di dalam lingkungan itu atas dasar kepentingan bersama;
d.    Membatasi diri jangan sampai mengganggu hak dan kemerdekaan orang lain atas dasar persamaan hak dan kewajiban. Oleh karena itu, kita wajib menjaga nama baik setiap keluarga.
    Banyak sekali hak dan kewajiban kita sebagai warga negara masyarakat. Di dalam masyarakat ini, kalau setiap warga mementingkan haknya masing-masing, kepentingan bersama akan terabaikan dan kewajiban kita akan terbengkalai. Ini bertentangan dengan  dasar kehidupan masyarakat. Maka dari itu, marilah kita bersama mengutamakan kewajiban kita atau mendahulukan kewajiban kita.
3.    Hak dan kewajiban sebagai warga negara
    Lingkungan masyarakat kita bertingkat-tingkat, yakni dari lingkungan yang paling kecil sampai kelingkungan yang paling besar. Semua lingkungan masyarakat itu membawa hak dan kewajiban. Lingkungan masyarakat kita yang paling besar adalah masyarakat negara kita. Negara kita republik indonesia ini juga merupakan sesuatu kehidupan masyarakat besar, yang disebut kehidupan masyarakat bangsa. Kita masing-masing mebjadi anggota dari masyarakat bangsa dan negara kita. Untuk dapat mewujudkan kehidupan masyarakat negara diperlukan syarat-syarat tertentu, yaitu:
a.    Wilayah tertentu;
b.    Rakyat yang bersatu; dan
c.    Pemerintah yang berdaulat(berkuasa).
    Masyarakat negara kita juga sudah jelas. Wilayahnya adalah bumi indonesia dari sabang sampai ke meuroke. Penduduk yang menjadi warga negaranya adalah bangsa indonesia, dan pemerintahnya yang berkuasa adalah pemerintah republik indonesia. Sebagai warga negara, kita mempunyai hak dan kewajaban, termasukkewajiban terhadap negara republik indonesia. Karena negara republik indonesia mempunyai tiga unsur, maka hak dan kewajiban kita pun tertuju kepada tiga unsur itu, tertuju kepada  sesama warga negara, tertuju kepada bumi wilayah negara,dan tertuju kepada pemerintah. Untuk menciptakan tata kehidupan masyarakat negara yang teratur, diciptakan pula aturan-aturan tertulis yang mengatur penyelenggaraan negara. Aturan-aturan kita paling tinggi tingkatannya afalah Undang-Undang Dasar 1945 atau UUD 45. Di dalam UUD45 itulah hak dan kewajiban kita diatur atau di tetapkan secara umum dan garis besar dapat kita katakan bahwa kita mempunyai hak hidup merdeka lahir dan batin dan layak, aman, tentram, adil makmur, dan sejahtera. Hak itulah yang harus diberikan atau di jamin serta dilaksanakan oleh negara. Kemudian, kita mempunyai kewajiban menjadikan negara kita indonesia ini negara yang kuat dan sentosa, aman damai, menjadi tempat bermukim bagi bangsa indonesia dengan kehidupan yang sejahtera. Bumi indonesia yang menjadi  wilayah negara ini adalah karunia tuhan yang maha esa kepada seluruh bangsa indinesia. Karena kita bangsa indonesia ini secara kodrat atau secara hukummempunyai kedudukan dan hak yang sama, maka kita semua mempunyai hak yang sama pula menikmati harta kekayaan bumi indonesia itu. Oleh karena itu, pula UUD 45 menetapkan bahwa “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” . akan tetapi hak yang demikian membawa kewajiban bagi kita untuk mengusahakan kekayaan alam itu dengan pembangunan. Memang, didalam kenyataan hidup sukar dipisahkan antara hak dan kewajiban. Kedua-duanya menjadi satu-kesatuan. Tidak ada hak tanpa kewajiban dan tidak ada kewajiban yang tidak memberikan hak. Kita sebagai warga negara indonesia wajib meahami hak-hak dan kewajiban kita. Dengan memahami keduanya itu, kita akan dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sehingga kita dapat menjadi warga negara yang baik secara terperinci, di dalam UUD45 kita mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban kita, antara lainsebagai berikut.
a.    Kita memiliki jaminan persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerinatah . akan tetapi, sekaligus kita harus atau wajib  menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
b.    Kita warga negara indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yanglayak bagi kemanusiaan. Hak ini mewajibkan kita bekerja giat demi kemakmuran atau kesejahteraan hidup kita masing-masing dan hidup kita bersama.
c.    Kita di beri hak dan kemerdekaan berserikat, berkumpul, serta mengeluarkan pikiran dengan lisan atau tulisan. Hak ini memberikan kewajiban kepada kita bahwa harus selalu bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air dan bangsa.
d.    Kita hendak secara bebas memeluk agama kita masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Hak ini mewajibkan kita saling hormati dan hidup rukun sesama pemeluk agama, sesama penganut kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa, serta sesama pemeluk agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.
e.    Kita berhak dan berkewajiban ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Artinya adalah bahwa hak dan kewajiba ini bukan monopoli suatu warga negara.
f.    Kita berhak pengajaran. Hak ini memberikan kewajiban terhadap pemerintah dan warga negara, yakni kewajiban memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Anak-anak diwajibkan belajar baik-baik.
g.    Para fakir miskin dan anak-anak terlantar berhak di pelihara oleh negara hak ini juga memberikan kewajiban kepada kita untuk tolong menolong diantara  sesama manusia.
    Itulah beberapa hal yang harus kita pahami dan kita hayati, kemudian kita wukjudkan. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara wajib menaati segala yang di atur oleh  merintah, yang melaksanakan penyelenggaraan negara. Ketentuan dalam UUD45  itu dapat terwujud bila dilaksanakan oleh para penyelenggaraan negara dan waarga negera secara mengamalkan pancasila karena pancasila itu merupakan pandangan hidup bangsa kita dan merupakan dasar negara kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar